Jumat, 18 November 2016

Ambil Kebiasaan ini Agar Nilai Lebih Optimal

| No comment

Dalam dunia pendidikan, nilai atau skor yang tinggi merupakan salah satu ukuran penting penentu peringkat di kelas, kenaikan kelas maupun kelulusan. Beberapa anak mungkin sudah terbiasa menjadi juara, atau mendapat nilai tinggi di kelas. Namun, bagaimana dengan anak yang bernilai “pas-pasan”? 

Sebenarnya, sebuah nilai angka tidak bisa secara mutlak menjelaskan seluruh kemampuan anak. Anak memiliki banyak hal lain yang harus dinilai secara keseluruhan. Meskipun demikian, sikap mental juara dan beberapa kebiasaan para cendekiawan juga patut dicontoh dalam meningkatkan seluruh aspek nilai dalam diri anak. 

Anak yang berani bertindak cenderung menjadi anak yang cerdas. Fase eksplorasi yang juga terdapat pada proses belajar Kurikulum 2013 dinilai telah mampu mengakomodasi rasa penasaran anak secara terbimbing. Tidak hanya itu, proses mencoba yang dilakukan di rumah dengan bimbingan orangtua juga memegang peranan penting dalam menumbuhkan keinginan anak untuk terus belajar. Jika anak dimotivasi dengan baik untuk tidak takut gagal, maka keberanian anak akan mengantarkannya menjadi pribadi pantang menyerah dalam menghadapi berbagai ujian di sekolah.

Setelah menanamkan anak untuk tidak takut mencoba, motivasi lain yang perlu dimiliki anak adalah keinginan untuk memahami suatu keadaan. Bagaimana sebuah persoalan dalam suatu mata pelajaran dapat diselesaikan dengan trik tertentu adalah poin utama untuk mengejar nilai yang memuaskan. Setiap mata pelajaran memiliki karakteristiknya masing-masing. Dengan berusaha memahami keadaan, anak akan menempatkan diri sesuai dengan sifat pembelajaran yang sedang berlangsung. Jika sudah sanggup meng-handle persoalannya, dapat dipastikan nilai anak akan meningkat pula. 

Hal terakhir yang amat penting adalah menyikapi proses dan sebuah kegagalan. Kenyataan bahwa semua proses dapat berujung keberhasilan atau kegagalan harus dijelaskan sejak awal oleh orangtua atau guru. Namun, anak tidak bisa begitu saja menerima dua kemungkinan ini secara mentah. Orangtua atau guru les privat tangerang juga harus memberi pengertian dan penguatan bahwa semua orang pernah gagal agar mengerti cara lain untuk membuatnya berhasil. Jika anak sudah mengerahkan seluruh usahanya untuk belajar tapi nilai tak kunjung membaik, bisa jadi anak tersebut memiliki bakat lain yang sayang jika dilewatkan hanya dengan keputusasaan.
Tags : , ,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Accordition