Dampak Buruk Membandingkan Anak : Stop Melakukannya

 
dampak membandingkan anak

Dampak buruk membandingkan anak ternyata tidak hanya memberikan dampak dalam waktu dekat namun juga dala waktu panjang. Apa saja dampak tersebu

1. Dampak buruk membandingkan anak: menciptakan persaingan tidak sehat

Membandingkan anak baik secara langsung atau tidak, dengan saudara atau bukan, semua memberi efek pada tingkah laku dan pemikiran mereka di masa depan. Anak cenderung akan selalu merasa mereka harus bersaing dengan siapapun untuk mendapatkan pujian terutama dari orangtuanya.

Bahkan mereka akan melakukan segala cara sekalipun harus berbuat curang demi mendapatkan apresiasi diri. Dalam jangka waktu dekat, orangtua akan menyaksikan bagaimana anak lebih sering berkelahi atau kurang bersyukur atas kondisi dirinya.

2. Menarik diri

Orangtua seharusnya menjadi rumah bagi anak mereka. Jika anak tidak bisa mendapat apresiasi dari orang tua mereka, maka lambat laun anak akan menarik diri. Bahkan hal itu juga berlaku di lingkungan masyarakat. Ada hal yang lebih parah dari menarik diri yaitu kemungkinan dibully. Anak yang bahkan tidak lagi mencintai dirinya biasanya akan menjadi bulan-bulanan anak lain yang lebih dominan.  

3. Anak stress dan tidak percaya diri

Terus membandingkan anak dapat membuat mereka menjadi stress hingga menjadi kehilangan minat dan bakat. Lebih parahnya lagi mereka akan semakin tidak percaya diri dan berpikir apa yang mereka lakukan tidak akan memberi respon baik dari orangtuanya. Anak-anak yang hatinya terluka seperti ini akan sulit mempercayai orang lain. Bahkan mereka seolah hanya hidup untuk sekedar hidup. 

4. Muncul kebencian pada diri anak

Bukan muncul kebencian terhadap siapa yang membandingkannya saja, namun juga muncul kebencian mereka terhadap diri mereka sendiri. Mereka akan menarik diri dari lingkungannya dan semakin merasa diri mereka tidak berguna. 

5. Tidak Lagi Berusaha Demi Orangtua dan Dirinya

dampak buruk membandingkan anak

Ibarat mereka sudah "pasrah" dengan hidupnya, tidak ada lagi rasa greget dalam diri mereka untuk menjadi lebih baik. Mereka cenderung tidak termotivasi dalam melakukan apapun toh semua itu hanya akan membuat mereka tetap menjadi anak yang kurang dibanding teman-temannya. 

Setelah mengetahui berbagai dampak yang mungkin terjadi pada anak, kini sebagai orangtua hendaknya tidak terlalu memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap anak. Sebab itulah ada baiknya orangtua memahami talenta anak. Apalagi tidak semua anak sama. Jika mau menggali lebih dalam, sejujurnya apa yang anak miliki adah warisan dari orangtuanya. Ketika mereka kurang dalam satu bidang, artinya orangtua perlu berbenah mengenai gaya mengajar, gaya mendidik, dan sebagainya. 

Memang tidak ada didikan yang sempurna. Namun apapun itu anak merupakan kertas kosong yang putih. Jangan sampai mereka justru menganggap orangtuanya sebagai ancaman. Kekurangan anak adalah untuk orangtua tingkatkan. Bisa dengan mengikuti bimbingan hingga kegiatan yang mengasah minat dan bakat. Janganlah merusak masa emas mereka karena hidup tidak selalu harus penuh perbandingan. Syukurilah apa yang orangtua miliki dan ajarkan anak untuk senantiasa mensyukuri dirinya. 

Nah itu dia Dampak Buruk Membandingkan Anak. Apabila ada pertanyaan atau pendapat yang ingin disampaikan, bisa langsung serukan dikolom komentar dibawah ya.


Hubungi kami di Head Office kami 021-77844897 di setiap senin s.d jumat 09.00-17.00. Anda bisa menemui kami langsung di kantor Ocean Terrace Residence Blok E1 No.1 Jalan Tole Iskandar, Tirtajaya, Kec. Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat. latisprivat.com melayani les privat untuk semua wilayah Indonesia.

Komentar

Popular Post