Stratifikasi Sosial: Pengertian, Fungsi, Sifat, dan Faktor Pembentuknya



Halo Sahabat Latis Privat!

Dalam kehidupan sehari-hari, kita kerap menjumpai perbedaan perlakuan, peran, dan kedudukan antara satu individu dengan individu lainnya. Ada pemimpin dan yang dipimpin, ada kelompok masyarakat yang hidup berkecukupan dan ada pula yang harus berjuang memenuhi kebutuhan dasar. Fenomena inilah yang dalam kajian sosiologi dikenal dengan istilah stratifikasi sosial.

Stratifikasi sosial merupakan konsep penting untuk memahami bagaimana masyarakat tersusun secara bertingkat, mengapa perbedaan status itu ada, serta bagaimana dampaknya terhadap kehidupan sosial, ekonomi, politik, hingga pendidikan. Artikel ini merangkum dan mengintegrasikan berbagai pembahasan tentang stratifikasi sosial menjadi satu pemahaman yang utuh, sistematis, dan mudah dipahami.

Pengertian Stratifikasi Sosial



Secara umum, stratifikasi sosial adalah pengelompokan masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang tersusun secara vertikal atau bertingkat. Istilah “stratifikasi” berasal dari kata stratum yang berarti lapisan, sedangkan “sosial” merujuk pada masyarakat. Dengan demikian, stratifikasi sosial dapat dimaknai sebagai lapisan-lapisan dalam struktur masyarakat.

Dalam sistem ini, masyarakat tidak berada pada posisi yang setara. Ada kelompok yang menempati lapisan atas, menengah, dan bawah. Perbedaan tersebut muncul karena adanya hal-hal yang dianggap bernilai atau dihargai dalam masyarakat, seperti kekayaan, kekuasaan, kehormatan, dan ilmu pengetahuan.

Menurut Gaetano Mosca, stratifikasi sosial sangat berkaitan dengan konsep kekuasaan. Dalam setiap masyarakat, selalu ada kelompok kecil yang memegang kekuasaan lebih besar dibandingkan kelompok lainnya. Sementara itu, Ralph Linton menekankan bahwa stratifikasi sosial terbentuk melalui perbedaan status sosial yang dimiliki individu dalam masyarakat.

Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, stratifikasi sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat berdasarkan kekuasaan, prestise, dan hak-hak istimewa.

baca juga: bimbel intensif utbk

Gambaran Umum Stratifikasi Sosial dalam Masyarakat



Stratifikasi sosial sering digambarkan dalam bentuk piramida sosial. Pada bagian puncak piramida terdapat kelompok masyarakat kelas atas (upper class), di tengah terdapat kelas menengah (middle class), dan di bagian dasar terdapat kelas bawah (lower class). Semakin ke atas posisi seseorang dalam piramida tersebut, semakin besar pula pengaruh, prestise, dan akses terhadap sumber daya yang dimilikinya.

Namun, perlu dipahami bahwa stratifikasi sosial bukan sekadar pembeda, melainkan bagian dari sistem sosial yang tumbuh seiring perkembangan masyarakat. Dalam kajian sosiologi, stratifikasi sosial bersifat non-etis, artinya tidak dinilai sebagai baik atau buruk, tetapi dipahami sebagai fenomena sosial yang perlu dipelajari dan dianalisis.

Fungsi Stratifikasi Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat



Meskipun sering dianggap sebagai pemicu kesenjangan, stratifikasi sosial memiliki sejumlah fungsi penting dalam kehidupan masyarakat.

1. Distribusi Hak dan Kewajiban secara Objektif

Stratifikasi sosial membantu mendistribusikan hak, kewajiban, serta tanggung jawab secara lebih terstruktur. Kedudukan seseorang dalam masyarakat sering kali menentukan wewenang, peran, dan tanggung jawab yang diembannya.

2. Penentuan Prestise dan Penghargaan

Setiap strata sosial memiliki tingkat prestise tertentu. Penghargaan terhadap individu yang menduduki posisi tertentu dapat menjadi insentif agar seseorang menjalankan perannya dengan baik dan bertanggung jawab.

3. Dasar Sistem Pertentangan dan Kompetisi

Stratifikasi sosial juga menjadi dasar munculnya persaingan atau kompetisi sosial, baik dalam bidang ekonomi, politik, maupun pendidikan. Kompetisi ini, jika dikelola dengan sehat, dapat mendorong kemajuan masyarakat.

4. Penentu Simbol Status Sosial

Setiap lapisan sosial memiliki simbol status yang berbeda, seperti gaya berpakaian, cara berbicara, hingga pola perilaku. Simbol-simbol ini mencerminkan kedudukan seseorang dalam struktur sosial.

5. Mendorong Mobilitas Sosial

Dengan adanya stratifikasi sosial, individu dapat mengetahui apa saja yang perlu diupayakan untuk berpindah dari satu lapisan ke lapisan lain, misalnya melalui pendidikan atau peningkatan keterampilan.

6. Alat Solidaritas Sosial

Stratifikasi sosial juga dapat memperkuat solidaritas antarindividu atau antarkelompok yang berada dalam lapisan sosial yang sama.

baca juga: harga guru private ke rumah

Fungsi Stratifikasi Sosial dari Berbagai Aspek



Jika dilihat lebih luas, stratifikasi sosial memiliki fungsi di berbagai bidang kehidupan:

Fungsi Ekonomi

Stratifikasi sosial menentukan pembagian kerja, kedudukan ekonomi, serta memicu solidaritas dan mobilitas sosial berbasis ekonomi.

Fungsi Sosial

Stratifikasi mengatur pembagian peran sosial, membentuk gaya hidup yang berbeda, dan menciptakan identitas sosial dalam masyarakat.

Fungsi Politik

Dalam ranah politik, stratifikasi sosial menentukan posisi kekuasaan, hak, kewajiban, dan wewenang seseorang dalam sistem pemerintahan.

Fungsi Pendidikan

Stratifikasi sosial membantu pengelompokan individu berdasarkan kemampuan, menentukan metode pembelajaran, serta memotivasi masyarakat untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Faktor-Faktor Terbentuknya Stratifikasi Sosial



Stratifikasi sosial tidak muncul begitu saja. Ada beberapa faktor utama yang menjadi dasar terbentuknya sistem pelapisan sosial ini.

1. Kekuasaan

Individu atau kelompok yang memiliki kekuasaan besar cenderung menempati lapisan sosial atas. Kekuasaan memungkinkan seseorang mengatur, memengaruhi, dan mengendalikan sumber daya maupun keputusan penting dalam masyarakat.

2. Kekayaan

Kekayaan menjadi salah satu indikator paling nyata dalam stratifikasi sosial. Kepemilikan harta, penghasilan, dan aset sering kali menentukan posisi sosial seseorang.

3. Kehormatan

Kehormatan berkaitan dengan tingkat penghormatan masyarakat terhadap seseorang. Faktor ini sangat menonjol dalam masyarakat tradisional, seperti kedudukan tokoh adat atau sesepuh masyarakat.

4. Ilmu Pengetahuan

Pendidikan dan penguasaan ilmu pengetahuan juga menjadi faktor pembentuk stratifikasi sosial. Individu dengan tingkat pendidikan tinggi cenderung memiliki peluang lebih besar untuk menempati posisi sosial yang lebih tinggi.

Kriteria Terbentuknya Stratifikasi Sosial



Menurut sumber pembelajaran resmi seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kriteria stratifikasi sosial umumnya meliputi kekayaan, kekuasaan, kehormatan, dan ilmu pengetahuan. Tidak semua individu memiliki keempatnya, tetapi semakin banyak kriteria yang dimiliki, semakin tinggi pula posisi sosialnya.

Jenis-Jenis Stratifikasi Sosial



1. Stratifikasi yang Terjadi Tanpa Sengaja

Jenis ini muncul secara alami, misalnya karena perbedaan usia, jenis kelamin, bakat, atau kemampuan intelektual.

2. Stratifikasi yang Terjadi dengan Sengaja

Stratifikasi ini dibentuk secara sadar untuk tujuan tertentu, seperti pembagian jabatan dalam pemerintahan, organisasi, atau perusahaan.

Sifat dan Jenis Status dalam Stratifikasi Sosial

Dalam stratifikasi sosial, setiap individu memiliki status sosial yang dapat dibedakan menjadi tiga jenis:

  • Ascribed Status: status yang diperoleh sejak lahir, seperti keturunan bangsawan.

  • Achieved Status: status yang diraih melalui usaha dan kerja keras, misalnya prestasi akademik.

  • Assigned Status: status yang diberikan karena jasa atau pengabdian, seperti gelar pahlawan.

baca juga: bimbel utbk murah

Mengapa Stratifikasi Sosial Penting untuk Dipelajari?

Memahami stratifikasi sosial membantu siswa dan masyarakat untuk:

  • Memahami struktur dan dinamika masyarakat.

  • Menyadari pentingnya mobilitas sosial yang sehat.

  • Menghargai perbedaan peran dan kedudukan tanpa memicu diskriminasi.

Konsep ini juga menjadi materi penting dalam pelajaran sosiologi dan sering muncul dalam berbagai ujian seleksi, termasuk ujian masuk perguruan tinggi.

Memahami stratifikasi sosial secara mendalam bukan hanya penting untuk menambah wawasan, tetapi juga sangat krusial untuk menghadapi berbagai ujian akademik. Jika kamu ingin belajar sosiologi dengan lebih terarah, didampingi tutor berpengalaman, dan fokus pada pemahaman konsep serta latihan soal, les privat adalah solusi yang tepat.

Yuk, tingkatkan pemahaman dan peluang suksesmu bersama Latisprivat!
Dapatkan pendampingan belajar yang terstruktur, materi lengkap, dan strategi belajar efektif sesuai kebutuhanmu.

Hubungi kami segera melalui Telepon (021) 77844897 atau WhatsApp 087896080154. Pantau terus website kami di www.latisprivat.com untuk mendapat informasi terbaru seputar program-program menarik lainnya.

Jangan tunda persiapanmu. Mulai belajar sekarang dan raih hasil terbaik bersama Latisprivat!

Referensi:

  1. www.detik.com
  2. www.sampoernaacademy.sch.id

Komentar

Popular Post